Perjalanan Panjang Manusia dan Bumi

Bumi memiliki siklus yang panjang. Manusia mengikuti perkembangan bumi.
Disaat bumi lelah, manusia makin banyak. Terlebih dengan perlakuan mereka terhadap bumi.
Bumi akhirnya memilih caranya sendiri untuk meregenerasi Alamnya.

Perbandingan kelahiran dan kematian tidak seimbang.. bumi makin padat.
Manusia.. terdiri berbagai macam Ras.. dan budaya..
memiliki keyakinan dan kepercayaan yang berbeda tergantung strata sosial, pendidikan dan lingkungan.
Bibit, bobot, bebet sangatlah berpengaruh pada prilaku mereka.
Keinginan untuk menguasai, hidup nyaman dan bahagia ala kepentingan pribadi tidak dapat dipungkiri.

Disaat keseimbangan mulai terganggu, Bumi mulai menyelaraskan dirinya dengan berbagai macam cara.
Faktor dominan penganggu keselarasan adalah manusia.
Manusia lah yang harus disadarkan.. caranya..
penghancuran..
metodenya..
Cara Klasik menggunakan bencana alam, bencana penyakit, dan bencana paranoid ketakutan.
bencana, penyakit dan ketakutan tidak pandang asal muasal manusia.
selama masih menginjak bumi.. iya manusia adalah sasaran.
Apapun agamamu, kepercayaanmu, warna kulitmu.. adatmu.. tidak peduli.
pertanyaannya..
Apakah yang dapat menyelamatkan aku sebagai manusia?
Kebaikan, peduli, kasih kepada semesta, sesama manusia, dan seluruh mahkluk bumi akan menyelamatkanmu..
Sejarah menceritakan banyak pertikaian berhenti setelah bencana dan penyakit muncul.
Perang berakhir setelah penyakit muncul.
Namun disertai dengan kekalahan disatu pihak.
Kekalahan pada kelompok yang tidak peka akan kemarahan bumi.
Lebih mengagungkan paham dan kepercayaan kepada sesuatu yang hanya dapat dibuktikan bila mati.
matilah.. dengan kepercayaanmu.
Namun banyak juga yang selalu hidup dengan keteguhan memahami kejadian bumi menyelaraskan diri.
Hiduplah rukun dengan sesama mu.
Kelompok manusia penghancur mungkin akan berpikir dua kali untuk berkumpul dan bersekongkol.
Takut terjangkit penyakit masal yang justru akan menghancurkan kelompok mereka.
Namun kelompok berani mati justru… berkumpul membagikan senjata mematikan pada tubuh mereka.
bergerak.. merangsek ke seluruh penjuru.. menyebarkan penyakit dengan tujuan mereka sendiri.
Tujuannya.. kelompok menjadi pemenang disaat para kelompok pecundang kalah akan jumlah.
Mereka tidak takut.. karena mati adalah kebahagiaan tersendiri bagi mereka, karena mereka percaya
akan kenikmatan setelah mati.
Sementara kamu kawan.. kamu kelompok yang mana..
Ingat hidup sendiri di dunia yang indah ini tidaklah menyenangkan.
Beberapa hari, minggu, bulan tidak berjumpa, tidak dapat berpelukan adalah sesuatu yang tidak indah.
Percuma kamu hidup sendiri di bumi..
Kawan.. berbuatlah sesuatu.. entah itu berdoa, bersembahyang, bermeditasi, mengurung diri,
berbuat baik, membantu yang tidak bisa makan, membantu yang sakit, lakukanlah sesuai talenta mu.
atau apapun itu untuk tetap hidup dan membantu manusia lain untuk tetap hidup juga.
Karena disaat bumi sudah seimbang..
kamu tetap hidup, dan orang-orang disekitarmu, yang kamu sayangi masih berada disekelilingmu
sehingga kamu masih dapat menikmati bumi yang telah lahir kembali bersama-sama.
Rukunlah.. agar bumi tidak marah lagi.
Lihatlah siapa yang bertahan..
Sebuah bukti bahwa mereka diberkati oleh Alam Semesta dan berdamai dengannya
Mereka Tetap Hidup.
Tidak sekedar berteori, berbicara, dan mencaci maki. Mereka berbuat.
Bersama-sama melakukan sesuatu saling membantu dan peduli.
Mereka tetap hidup bersama-sama dalam kemenangan dan keselarasan dengan bumi tempat mereka berpijak.

22 Maret 2020
MasBoni

covid-19
Kopi Gelas Retak