Profit sharing dalam review website

Ide ini berawal dari meledaknya order review website yang saya dapatkan. Pusing. Sebab harus mereview  beberapa website yang saya tidak menguasai materinya.  Pada awalnya banyak order yang saya  batalkan. Hal tersebut dikarenakan sayatidak sanggup. Selain dikarenakan kemampuan bahasa inggris saya yang pas-pasan. Juga disebabkan oleh bermacam-macam topik yang saya sendiri tidak tahu dan tida menguasainya.

Munculah ide dari adik saya, Sharing saja mas, berikan order pada ahlinya. Benar juga ternyata idenya. Ternyata hanya dalam beberapa menit saja jika order tersebut diberikan kepada ahlinya hanya dikerjakan hanya beberpa menit.

Terkadang kita memang serakah. Walau kita tidak mampu sering order pekerjaan kita terima dahulu. namun setelah deadline kita kebingungan karena kapasitas kita terbatas. Akhirnya order kita sharing. Kita limpahkan kepada orang lain. Ini yang menjadi masalah mendasar dalam pembagian keuntungan.

Sebenarnya berapakah ukuran yang normal dan wajar dalam profit sharing tersebut. Ada yang bilang 30:70 ada yang berkata 40:60, Banyak juga yang menyarankan 50:50.

Fifty-fifty, begitu kira-kira istilahnya. Man yang benar dan mana yang wajar.. saya tidak tahu.

Yang jelas Sharing Profit adalah perjanjian di muka. Bilan sudah terjadi deal. Berarti sah hukumnya bagi kedua belah pihak.

Pengalaman saya , bagi-bagi rejeki kepada orang lain itu menyenangkan. Selain bisa memberi pekerjaan kepada orang lain. Kita pun terbantu dengan selesainya pesanan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *