Panggil Nama SAya atau “masboni” , jangan BOS

Akhir-akhir ini beberapa teman memanggil saya dengan sebutan “Boss”, tukang parkir yang jaga di pasar juga memanggil saya dengan sebutan “bos”, Pedagang bakso yang mangkal dekat rumah memanggil saya ‘bos’ juga.
Sampai-sampai keponakan ikut-ikutan minta uang dua ribuan dengan menyebut Om kan bos…
Padahal sedang bokek, nggak ada uang lebih.. sedang pusing… nungguin dollar dari amrik.. hehe..

Akhirnya aku putuskan untuk menulis artikel ini..

Aku pikir-pikir dan aku ingat-ingat.. nggak ketemu kapan kata-kata bos jadi ngetrend..
padahal Saya punya moto..
jangan memanggil nama orang dengan sebutan.. bila anda tahu namanya. Bila terpaksa karena tidak tahu
namanya dan menghormati orang lain, maka minimal gunakan kata dengan sebutan Ejaan yang di sempurnakan atau sesuai dengan budaya daerah indonesia masing2.
Dengan Pak, Bu, Mas, Mbak, Bang, Om ( belanda), Jang ( untuk si ujang), Neng ( biasanya tukang bajaj menyebut neng pada wanita muda yang naik di bajaj-nya).
Atau menggunakan istilan dagang pecinan. “Kho” atau “Cik”.
Menurut saya lebih enak di dengar dan nyaman.

Padahal yang namanya bos.. biasanya di panggil oleh anak buahnya.
Jadi selama anda memanggil orang lain dengan sebutan bos.. berarti anda adalah orang suruhan.
ini pendapat saya loh…
kan lucu… seorang pengusaha sukses menyebut birokrat dengan sebutan bossss..
lah siapa yang bos, siapa yang anak buah…

OK.. sebut saya masboni.. boni.. pak boni atau boni saja… hehehehe
🙂

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *