Duplicate content sama dengan copy paste?

Jika anda menghargai karya orang lain tentu anda tidak akan menjiplak atau meng-copy paste artikel, images atau content dari blog atau website orang lain. Namun bagaimana jika kita berjualan sebuah product? Menurut nalar saya, tentunya secara spesifikasi product yang akan kita jual kemungkinan besar juga di jual oleh orang lain. Hal ini memungkinkan kita sengaja tidak sengaja untuk mengkopi descripsi produk tersebut. Nah, kejadian tersebut akan terlihat seperti duplicate content. Sebaiknya hindari mengkopi secara “Plek” atau seratus persen sama. Misalkan anda berjualan product-product amazon dan mengunakan Rss feed-nya seperti blog ini. Usahakan untuk menambah beberapa kata-kata dan mereview product dengan kata-kata anda sendiri. Ada beberapa tips untuk menghindari “CAP” duplicate content dari search engine.Berikut ini adalah beberapa tips untuk membuat duplicate content yang lebih aman.

Berikut ini adalah 10 tips untuk anda yang disadur dari MoreNice

  1. Gunakan artikel pada halaman yang memiliki ukuran menu solid
  2. Usahakan menambah unik artikel pada awal “content” dan di akhir “duplicate content” anda
  3. Gunakan sinonim kata untuk mengganti beberapa kata dalam artikel
  4. Masukkan komentar di tengah-tengah artikel atau link informasi detailnya
  5. Isi sebuah kontekstual product review ( dengan gambar di tambah satu paragrah lebih baik)
  6. Bagilah halaman menjadi dua halaman dengan minimal 150-200 kata
  7. Tulis ulang artikel dengan kata-kata anda sendiri
  8. Kombinasikan dua atau lebih artikel dalam satu artikel anda
  9. Jika ada urutan descripsi, susun ulang dan campurkan dengan yang lain
  10. Berpikirlah untuk tampil beda dalam satu artikel tersebut.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *