Curilah yang banyak maka kamu akan menjadi raja

Begitulah kira-kira motto seorang koruptor. “Bila anda korupsi jangan tanggung-tanggung. Curilah yang banyak, sebanyak-banyaknya”. Agar semangat mereka selalu mencari untung di setiap kasus. Entah bagaimana caranya. Pokoknya curi yang banyak. Mengapa?
Seperti kasus Tax Mafia – mafia pajak. Sang pemain sangat lihai dengan segala upaya daya tetap bertahan dengan hasil kerjanya mengakali laporan.
Sangat berbeda bila anda mencuri/korupsi dengan jumlah kecil. Mencuri buah-an di kebun orang. Hukumannya dapat mencapai tiga sampai satu tahun. Mencuri ayam tetangga, hukumannya kepala benjol di gebukin massa. Bila dilaporkan yang berwajib, bisa menjadi ATM berjalan, dan bila sudah sampai pengadilan… bersiap-siap negoisasi lamanya hukuman. Ujung-ujungnya.. keluar uang.
Bayangkan jika anda mencuri sedikit. Untuk makan susah, dapat fasilitas rendah di dalam jeruji besi. Setidak-tidaknya bisa makan gratis… begitu kata pencuri yang mencuri karena benar-benar tiak bisa makan.
Bayangkan bila anda mencuri banyak. Fasilitas di bui cukup baik. Para petugas lebih ramah, minta ijin mudah.. dan yach seperti berita sang mafia tadi, yang katanya berlibur menghilangkan stress ke pulau dewata bali.

Jadi mungkin benar kata sang mafioso…
Jika anda mencuri sedikit, anda akan menjadi buronan, dan dikejar-kejar seperti orang yang tidak beradab.
Bila anda mencuri banyak… maka anda akan menjadi raja…

hahahahaha….
Kalau saya… mending nggak mencuri dech.. jadi orang biasa-biasa saja… ya nggak…
Kitab-kitab religius di dunia semua berkata… mencuri melanggar perintah Yang Maha Kuasa.

Sebab, tidakan pencurian selalu merugikan pihak lain.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *