Jangan biarkan mereka pergi tanpa iklan

“Setelah yang satu ini, Kita kembali ke acara”, “maaf ada yang mau lewat”, “jangan kemana-mana kita akan kembali setelah yang satu ini”. Kira-kira begitulah kata-kata para presenter di televisi bila acara harus dihentikan sementara karena ada tayangan iklan yang akan tampil.

Berdasarkan pengalaman saya, biasanya channel TV saya ganti dengan stasiun televisi lain. Malas melihat iklan yang itu-itu saja. Atau mencari acara lain yang mungkin lebih menarik.

Ternyata begitu pula yang terjadi dengan website di internet yang merupakan media bagi pembaca. Mereka malas bila melihat website/blog yang penuh dengan iklan. Dan melakukan klik terakhir untuk pergi selama-lamanya dari web/blog tersebut. Pergi sudah pembaca kita. Dan kemungkinan kembali sangat kecil sebab mereka tidak mengingat nama website/blog kita. Kalaupun mereka kembali mengunjungi website kita. Tidak lebih karena nyasar dari mesin pencari (search engine).

Tentu hal tersebut membuat peluang mendapatkan pendapatan dari klik iklan atau affiliasi maupun penjualan produk akan berkurang. Ya sudah,… wong mereka sudah pergi… berdoa saja semoga mereka kembali, dan membeli… toh mereka hanya melihat-lihat dan ada kemungkinan memang mereka tidak berniat membeli, atau bisa saja mereka tidak punya uang, atau mereka hanya sekedar ingin memenuhi otak mereka dengan ide-ide dari membaca.

Ok tetap semangat, promosikan website/blog kita dan cari kata-kata yang bisa menjadi favorite dan berada di urutan teratas di mesin pencari.
Ilustrasi di atas menggambarkan betapa ketatnya pertarungan di dunia maya. Tidak mudah memang meraup untung besar di internet. Nah, bila kita memiliki website yang pengunjungnya banyak. Namun mereka datang dan selalu ingin pergi. Hal ini dapat menjadi pedoman untuk memperbaiki kualitas isi (content) dari website atau blog kita. Baik artikel maupun produk yang di jual.
Ah… isinya bagus kok… ( itukan menurut anda !.. hehe… he…) Nyatanya mereka tidak mau beli dan langsung pergi. Klik iklannya saja ogah…

Wah.. sayang ya.. . Ya memang… biaya (cost) yang terbuang dari proses ini adalah traffic bandwith kita dari hosting. Pengalaman menunjukan blog yang overload traffic.. namun tanpa hasil (revenue sama sekali). Intinya rugi…
Setelah berputar-putar akhirnya ketemu sebuah solusi yang lumayan untuk menutupi biaya traffic hosting tersebut. Seperti judul di atas ” Jangan biarkan mereka pergi tanpa iklan”.

Bulan lalu saya coba mendata link-link perginya para pengunjung. Dari link tersebut mereka pergi dan tidak kembali lagi. Saya coba mengunakan IKLAN TERBANG ,( begitu kira-kira istilah saya untuk program ini).
Namanya ADF.LY plesetan dari ad fly. Dalam percobaan selama seminggu bulan oktober lalu hasilnya ternyata cukup menarik. Traffic pengunjung yang pergi tidak menjadi sia-sia dan menghasilkan pendapatan yang lumayan untuk meng-cover biaya hosting. Dan caranya cukup mudah. Anda hanya meletakkan link adfly tersebut di depan link keluar pengunjung.
Contohnya seperti ini = http://adf.ly/134556/www.google.com di mana angka adalah id keanggotaan anda.
Sebagai contoh yang terjadi di blog ini. Bayak pengunjung datang pada link berikut
1. http://www.masboni.net/cari-uang-dengan-camera-dan-photo.html
2. http://www.masboni.net/cerita-dewasa-bukan-untuk-anak-kecil.html

maka kita letakkan adfly di depan link kepergian tersebut menjadi seperti ini.
http://adf.ly/134556/www.masboni.net/cari-uang-dengan-camera-dan-photo.html
dan
http://adf.ly/134556/www.masboni.net/cerita-dewasa-bukan-untuk-anak-kecil.html

Mungkin para publisher banyak yang ragu dengan program ini. Dan bagi para pemula mereka takut bila pekerjaan mereka sia-sia. Para pemula biasanya membutuhkan bukti dan kepercayaan terlebih dahulu untuk melangkah. Tidak seperti saya yang coba dulu.. kita lihat hasilnya nanti. Bila gagal.. coba lagi yang lain. Bila berhasil .. tingkatkan lagi agar semakin banyak hasilnya.
Tanpa maksud apa-apa.. ini screen shoot pendapatan selama seminggu dari traffic si atas.. yang aru saja di bayar awal bulan november ini.

Pembayaran bisa di lakukan dengan Paypal dan Alertpay.

Saya sengaja memilih alertpay.. ( kenapa? sebab account alertpay saya kosong terus hehehe…).
Dan ini bukti yang anda butuhkan..

Ingin mencoba! .. Ingat! aku ingat-ingat.. “Jangan pergi kemana-mana setelah yang satu ini”.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *